Kenapa Tikus Sering Dijadikan Bahan Penelitian Medis

Kenapa Tikus Sering Dijadikan Bahan Penelitian Medis – Tikus amat sering dijadikan sebagai objek percobaan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan. Pastinya, pemakaian tikus sebagai objek percobaan dilakukan utk membuat inovasi dalam hal ilmiah.

Dapat Tapi, kenapa mesti tikus? Utk lebih Menurutnya, simak info berikut ini!

Kenapa Tikus Sering Dijadikan Bahan Penelitian Medis?

Kenapa Tikus Sering Dijadikan Bahan Penelitian Medis
Kenapa Tikus Sering Dijadikan Bahan Penelitian Medis

1. Struktur genetik yang mudah dipahami

Kenapa Tikus Sering Dijadikan Bahan Penelitian Medis? Perubahan pada struktur anatomi, fisiologi, dan genetika pada tikus saat percobaan lebih mudah dipahami oleh para peneliti karena mereka memiliki sifat inbred satu sama lain. Sifat ini ialah kesamaan genetik yang identik antara satu tikus dengan yang lain. Kemiripan inilah yang menyebabkan tikus condong menunjukkan gejala yang sama meski memanfaatkan tipe tikus yang Berlainan.

2. Karakteristik badan tikus serupa dengan manusia

Tikus yakni hewan mamalia yang memiliki kemiripan dengan manusia, baik dengan cara genetik ataupun karakteristik biologisnya. Tidak cuma itu, Foundation for Biomedical Research (FBR) mengungkapkan bahwa 95 prosen hewan yang dijadikan objek percobaan yakni tikus.

Menurut Jenny Haliski, perwakilan National Institutes of Health (NIH) Office of Laboratory Welfare, tikus ialah mamalia yang sharing banyak proses dengan manusia. Maka sesuai dimanfaatkan buat menjawab banyak pertanyaan penelitian. Selama dua dekade terakhir, kesamaan jadi kuat.

Para ilmuwan sekarang dapat membiakkan tikus yang diubah dengan cara genetik yang dinamakan tikus transgenik. Di mana tikus tersebut mengambil gen yang serupa yang menyebabkan penyakit pada manusia. Gen-gen tertentu dapat dimatikan buat menciptkan tikus knockout yang dapat dipakai buat mengevaluasi dampak bahan kimia penyebab kanker (karsinogen) dan menilai keamanan obat.

Beberapa tikus SCID (defisiensi imun kombinasi parah), dengan cara alami dilahirkan tanpa system kekebalan. Karena dapat berfungsi sebagai model utk penelitian jaringan manusia yang normal dan ganas.

Baca juga: Cara Mengusir Tikus Dengan 10 Bahan Alami

Berikut contoh rintangan manusia dan penyakit yang difungsikan tikus buat percobaan: Hipertensi Diabetes Katarak Kegemukan Kejang Masalah pernapasan Tuli Kanker Penyakit jantung HIV dan AIDS Penyakit Alzheimer Penyakit Parkinson.

Tikus juga diperlukan utk percobaan dengan menguji obat anti kecanduan yang berpotensi mengakhiri kecanduan narkoba. Memakai hewan dalam penelitian sangat penting utk pemahaman ilmiah tentang system biomedis yang mengarah pada obat, terapi, dan penyembuhan yang Berguna, kata Haliski.

3. Mudah beradaptasi

Tikus ialah hewan yang sangat mudah melakukan adaptasi dengan lingkungan baru. Hal ini lah yang jadi pertimbangan peneliti menggunakannya. Terkecuali itu, bentuk tikus yang kecil juga membuat peneliti mudah dalam menanganinya.

Baca juga: Cara Mengusir Tikus Dengan 10 Bahan Alami

4. Memiliki tingkat reproduksi tinggi

Tikus memiliki proses reproduksi yang tidak terlampaui lama. Terkecuali itu, jangka waktu hidup mereka hanya berkisar dua hingga tiga th saja. Hal ini lah yang membuat tikus tidak jarang dijadikan objek percobaan penelitian oleh ilmuwan.

5. Salah satu yang paling tidak terancam punah

Tingkat reproduksi yang sangat tinggi membuat hewan yang satu ini tidak sempat dinyatakan terancam punah. Hal ini karena tikus betina bisa membuahkan 5-10 bayi tikus sekali melahirkan. Tidak hanya itu saja, tikus juga dapat langsung hamil kembali setelah 7 hari melahirkan.

Baca juga: Cara Mengusir Tikus Dengan 10 Bahan Alami

6. Harga tikus sangat murah

Hewan pengerat yang satu ini nyata-nyatanya memiliki harga jual yang tergolong murah. Buat itu, tikus dijadikan objek percobaan buat menghemat budget penelitian yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, tikus juga bisa dibeli dalam jumlah yang banyak.

7. Tikus hewan yang jinak

Tikus yang kerap dijadikan objek percobaan rata-rata yakni tikus berwarna putih yang jinak. Nah, karena hal ini lah tikus dianggap mudah ditangani maka peneliti pilih tikus sebagai objek percobaannya.

Beberapa hal tersebut ialah argumen Alasan Kenapa Tikus Sering Dijadikan Bahan Penelitian Medis.

Biarpun terkesan tidak manusiawi, bakal namun hasil dari penelitian tersebut ternyata sangat menunjang manusia bersi teguh hidup hingga saat ini.

baca juga artikel lainnya: Cara Mengusir Tikus Dengan 10 Bahan Alami

baca juga: republiccode.com

Leave a Comment