Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++

Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++ – Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Tipe Pemilihan kondisi IF Else dan Switch dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air.

Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. itulah perumpamaan Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++

Fungsi penyeleksian kondisi pada Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++ penting artinya dalam penyusunan bahasa C++, terutama untuk program yang kompleks.

Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++

Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++
Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++

Kondisi Operator Logika

Tipe Pemilihan Kondisi IF Else dan Switch Pada C++ – kondisi adalah sebuah perbandingan antara dua nilai (variabel vs variabel, variable vs konstanta). Dalam membandingkan digunakan operator perbandingan adalah:

1. ==  → sama dengan
2. >   → lebih dari
3. <   → kurang dari
4. >=  → lebih dari atau sama dengan
5. <=  → kurang dari atau sama dengan
6. !=  → bukan sama dengan

Jika kondisi lebih dari satu, maka digunakan operator logika, adalah:

1. !   → NOT
2. &&  → AND
3. |   → OR

1. Struktur Kondisi “IF”

Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal.

Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan.

Bentuk umum struktur kondisi if adalah :

If (kondisi)
{
       pernyataan;
}

Contoh Program ke 1:

/* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
 {
       float nilai;
       printf(“Masukan nilai yang didapat : “); scanf(“%f”, & nilai);
       if ( nilai > 65 )
       {
              printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”);
       }
       getch();
 }

Penjelasan:

Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80, maka perintah mencetak kata LULUS !!!! akan dilaksanakan.

namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa.

Contoh program ke 2:

/* Program contoh penerapan struktur kondisi if */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main()
{            clscr();
              Int a, b, c, max;
              Printf (“Entry bil 1 : “) ; fflush(stdin);scanf(“%i”,&a);
              Printf (“Entry bil 2 : “) ; fflush(stdin);scanf(“%i”,&b);
              Printf (“Entry bil 3 : “) ; fflush(stdin);scanf(“%i”,&c);
              If((a>b)&&(a>c))
                     max=a;
              If((b>a)&&(b>c))
              max=b;
              If((c>a)&&(c>b))
                     max=c;
              printf(“Bil terbesar : %i\n”,max);
              if(max>0)
                     printf(“Bil tsb adalah bil positif\n”);
              if(max<0)
                     printf(“Bil tsb adalah bil negatife\n”);
              getch();
}

2. Struktur Kondisi IF dan ELSE

Dalam struktur kondisi if…..else minimal terdapat dua pernyataan.

Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan.

Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :

If (kondisi)
{
       Pernyataan-1;
}
Else
{
       Pernyataan-2;
}

Contoh Program:

#include <stdio.h>
#include<conio.h>
void main()
{      float nilai;
       Clrscr();
       Printf (“masukan nilai yang didapat : “);
       Scanf(“%f”, &nilai); /* masukan akan disimpan dlm variable nilai */
       If (nilai > 65)
       {
              Printf (“\n LULUS !!!\n”);
}
else
{
       Printf (“\n TIDAK LULUS !!!\n”);
}
Getch();
}

Keterangan:

Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan “LULUS !!!”.

Namun, bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak perkataan “TIDAK LULUS !!!”.

Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65.

3. Struktur Kondisi Switch, Case, dan Default

Struktur kondisi switch, case, dan default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak.

Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch.

Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’.

Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi, maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’.

Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah :

Switch (variabel)
{
Case 1 : pernyataan-1;
              Break;
Case 2 : pernyataan-2;
              Break;
. . . . .
. . . . .
Case n : pernyataan-n;
              Break;
Default : pernyataan-m;
}

Contoh Program:

/* program menentukan nama hari berdasarkan inputan */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{      clrscr();
       Int hari;
       Puts (“menentukan nama hari\n”);
       Puts (“1 = senin 2 = selasa 3 = rabu 4 = kamis”);
       Puts (“5 = jum’at 6 = sabtu 7 = minggu”);
       Printf (“\n masukan kode hari (1-7) : “); scanf(“%d”, &hari);
       Switch (hari)
       {      case 1 : puts (“hari senin”); /*kemungkinan pertama*/
                     Break;
               case 2 : puts (“hari selasa”); /*kemungkinan kedua*/
                     Break;
               case 3 : puts (“hari rabu”); /*kemungkinan ketiga*/
                     Break;
              case 4 : puts (“hari kamis”); /*kemungkinan keempat*/
                     Break;
              case 5 : puts (“hari jum’at”); /*kemungkinan kelima*/
                     Break;
              case 6 : puts (“hari sabtu”); /*kemungkinan keenam*/
                     Break;
              case 7 : puts (“hari minggu”); /*kemungkinan ketujuh*/
                     Break;
              Default : puts(“kode hari yang anda masukan SALAH”);
       }
Getch();
}

Keterangan:

Bila program tersebut dijalankan, dan kita memasukan kode hari dengan 1 maka akan tercetak “Hari Senin”, bila 2 akan tercetak “Hari Selasa” dan seterusnya sesuai kondisi yang kita tulis pada program.

Terima kasih sudah membaca artikel Tipe Pemilihan Kondisi IF, Else, dan Switch Pada C++.

Baca juga artikel: Struktur Perulangan For dan While Pada C++

Leave a Comment